Daging yang saya maksud adalah daging-nya Sutardji Calzoum Bachri. Daging yang 'dibentuk' oleh Calzoum pada tahun 1979 - (isi dari salah satu sajaknya) dalam kumpulan sajak-sajak yang terangkum dalam KAPAK.
Daging
daging
coba bilang
bagaimana arwah masuk badan
bagaimana tuhan
dalam denyutmu
jangan diam
nanti aku marah
kalau kulahap kau
aku enak sekejap
aku sedih
kau jadi taik
daging
kau kawan di bumi di tanah di resah di babi-babi
daging
ging ging
kugali-gali kau
buat kubur
dari hari
ke hari
1979
Tampilkan postingan dengan label pujangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pujangga. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Februari 2011
Kamis, 21 Oktober 2010
Matahati dalam Matahari
(dulu)
Sejak senja yang jingga itu, kita tak pernah bertemu (lagi)
Karena hati tak memberi; tak berani
Karena kecewa yang dibayangkan
menanam galau
-----------------------------------------
-----------------------------------------
Sekarang:
[Matahari belum tenggelam dan laut tampak tenang]
Tak seperti hatiku//
hanya mengasihani diri
yang telah mencabut harapan sendiri
[Matahari belum benar-benar hilang dan aku tetap berdiri]
Terus menyimpanmu -
dalam senja yang jingga dan
dalam (setiap) debur ombak yang menghempas karang//
Terlebih kini - sejak kuputuskan membungkus hati
[Matahari digenangi laut, tapi tak penuh. Seperti aku membenamkanmu...]
menaruhmu dalam lembar yang hilang -
dan ternyata tak sederhana...
Senja jingga dan dirimu selalu ada
[Matahari sudah benar - benar hilang dan Bulan sudah muncul]
Dan aku disini; tetap bersama (imajinasi) senja yang jingga
Terus mengurung sesal dalam hati
Menuai galau yang selalu kupupuk
Andai kumenemuimu saat itu...
Sejak senja yang jingga itu, kita tak pernah bertemu (lagi)
Karena hati tak memberi; tak berani
Karena kecewa yang dibayangkan
menanam galau
-----------------------------------------
-----------------------------------------
Sekarang:
[Matahari belum tenggelam dan laut tampak tenang]
Tak seperti hatiku//
hanya mengasihani diri
yang telah mencabut harapan sendiri
[Matahari belum benar-benar hilang dan aku tetap berdiri]
Terus menyimpanmu -
dalam senja yang jingga dan
dalam (setiap) debur ombak yang menghempas karang//
Terlebih kini - sejak kuputuskan membungkus hati
[Matahari digenangi laut, tapi tak penuh. Seperti aku membenamkanmu...]
menaruhmu dalam lembar yang hilang -
dan ternyata tak sederhana...
Senja jingga dan dirimu selalu ada
[Matahari sudah benar - benar hilang dan Bulan sudah muncul]
Dan aku disini; tetap bersama (imajinasi) senja yang jingga
Terus mengurung sesal dalam hati
Menuai galau yang selalu kupupuk
Andai kumenemuimu saat itu...
Langganan:
Postingan (Atom)

